GRESIK – Transformasi ekonomi desa tidak lagi sebatas jargon. Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, menunjukkan bagaimana pembiayaan bersubsidi, jika dikombinasikan dengan inovasi dan pendampingan terstruktur, bisa menciptakan ekosistem ekonomi baru yang mandiri. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) 2026 menjadi alat penggerak, dengan dukungan sarana produksi dan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Desa Hendrosari memanfaatkan 190 hektare lahan dan 3.600 pohon lontar untuk mengembangkan destinasi Wisata Edu Lontar Sewu. Sebelumnya, petani legen harus berkeliling pasar untuk menjual produk mereka. Kini, kedatangan pembeli dan wisatawan langsung ke desa mempermudah distribusi sekaligus membuka peluang usaha baru. “Perkembangan Edu Wisata Lontar Sewu mendorong munculnya banyak warung dan usaha mandiri yang semakin memperkuat ekonomi desa,” ujar Direktur BUMDes Hendrosari, Aristoteles.
Program Desa BRILiaN yang digagas BRI mendukung desa melalui empat pilar utama: penguatan kelembagaan BUMDes, digitalisasi layanan, ekonomi berkelanjutan, dan inovasi. Direktur Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyebut program ini kini telah menjangkau lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia. Ekosistem wisata di Hendrosari menyerap 63 tenaga kerja lokal dan menghidupkan operasional 47 UMKM warga sekitar, menandakan dampak nyata dari pendanaan yang disertai pendampingan.
Skema bunga KUR BRI 2026 juga diatur agar modal produktif dapat diakses secara adil. Kategori Super Mikro hingga Rp10 juta dikenai bunga 3% efektif per tahun, sektor produksi dan ekspor Rp10 juta-Rp500 juta 6%, sementara sektor perdagangan menggunakan skema berjenjang hingga 9%. Tujuannya mendorong UMKM “Naik Kelas” dan beralih ke kredit komersial mandiri.
Keberhasilan di Hendrosari menunjukkan bahwa intervensi finansial bukan sekadar pencairan dana. Dengan inovasi lokal, pendampingan intensif, dan dukungan regulasi, desa mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, menguatkan ekonomi kerakyatan dan membuka peluang bagi masyarakat untuk mandiri. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara