WONOGIRI – Aparat gabungan dari Kepolisian Resor (Polres) Wonogiri, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri melakukan pengamanan menyeluruh dalam rangkaian Ibadah Vigili Paskah 2026 di sejumlah gereja, termasuk di Desa Mlokomanis Wetan, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Sabtu (04/04/2026).
Pengamanan dilakukan sejak sore hingga malam hari untuk memastikan ibadah umat Kristiani berlangsung aman dan kondusif di berbagai wilayah kecamatan.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Wonogiri, Wahyu Sulistyo, melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Wonogiri, Anom Prabowo, menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup, termasuk sterilisasi area gereja sebelum pelaksanaan ibadah.
Ibadah Vigili Paskah sendiri merupakan liturgi sakral yang dilaksanakan pada Sabtu Suci sebagai bentuk penantian kebangkitan Yesus Kristus, yang melambangkan kemenangan terang atas kegelapan.
Di Kecamatan Ngadirojo, ibadah dilaksanakan di Gereja Katolik Santa Marta, Dusun Dungwinong, Desa Mlokomanis Wetan, dengan diikuti sekitar 300 jemaat dan dipimpin oleh Romo Agus. Sementara di Kecamatan Manyaran dan Slogohimo, ibadah serupa juga digelar di gereja setempat dengan dihadiri ratusan umat.
“Pengamanan ibadah, dilakukan oleh personel Polsek bersama prajurit TNI AD dari Koramil Manyaran,” jelas Anom Prabowo.
Selain pengamanan, petugas juga melakukan sterilisasi di area gereja, termasuk halaman dan tempat parkir guna mengantisipasi potensi gangguan selama ibadah berlangsung.
Tema Paskah 2026 yang diusung oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) adalah “Kristus bangkit membarui kemanusiaan kita”. Sementara Keuskupan Agung Semarang (KAS) mengangkat tema “Gereja Bahagia, Menginspirasi dan Mensejahterakan” sebagai bagian dari Arah Dasar (Ardas) IX KAS 2026–2030.
Melalui pengamanan terpadu ini, Polres Wonogiri menegaskan komitmennya dalam memberikan rasa aman bagi umat Kristiani agar dapat menjalankan ibadah dengan khidmat tanpa gangguan.
Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan pengurus gereja diharapkan terus terjaga untuk mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan yang aman dan tertib di masa mendatang. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara