SUKABUMI – Desa Wisata Cisande di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi kini menegaskan diri sebagai destinasi edukasi sekaligus pusat kreativitas masyarakat lokal. Dengan memadukan kegiatan pembelajaran pertanian dan peternakan, kearifan lokal, serta tantangan adrenalin, desa ini menawarkan pengalaman liburan yang lebih dari sekadar bersantai di alam.
Luas kawasan terpadu sekitar 4 hektare di Cisande kini menjadi arena wisata edukatif. Pengunjung dapat mempelajari budidaya ikan hias dan lele, praktik menanam padi, hingga proses pembuatan kerajinan tangan seperti sandal jepit, anyaman bambu, dan canting batik khas Cicantayan.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Cisande, Maman Mulyana, menegaskan pentingnya pengalaman belajar bagi wisatawan. “Kami ingin wisatawan pulang membawa kesan dan ilmu,” kata Maman.
Tidak hanya edukasi, Cisande juga menyediakan berbagai fasilitas outbound, mulai dari flying fox, area panahan, hingga river tubing di sungai yang jernih. Pengelola menilai keberhasilan desa ini sebagai hasil kolaborasi warga dalam membangun ekonomi kreatif. “Keberhasilan Desa Wisata Cisande bukan sekadar tentang keindahan visual, melainkan bukti nyata kolaborasi warga dalam membangun ekonomi kreatif,” ungkapnya.
Akses ke Cisande tergolong mudah, hanya sekitar 1 KM dari jalan raya utama Cikukulu, sehingga pengunjung bisa menikmati kesejukan alam sambil mendukung pemberdayaan masyarakat lokal Sukabumi.[]
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara