SAMARINDA – Transformasi Kampung Tenun Samarinda Seberang kini menjadi sorotan karena Pemkot Samarinda memprioritaskan pengembangan desa wisata berbasis budaya sebagai mesin penggerak ekonomi lokal. Langkah ini diharapkan mendorong kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan potensi alam dan budaya secara berkelanjutan, seiring dengan momentum hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke wilayah penyangga.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menegaskan, “Kita berada di gerbang IKN. Peluang menjadi kota tujuan wisata terbuka lebar, tapi potensi besar itu tidak akan berarti tanpa penguatan branding. Kita harus memposisikan Samarinda sebagai kota yang benar-benar menarik untuk dikunjungi,” usai menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif.
Penandatanganan PKS ini sekaligus menjadi momentum peluncuran program pengembangan pariwisata dan business matching bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Program BUMI ETAM seri ke-11. Kolaborasi strategis ini melibatkan Pemprov Kaltim, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai tindak lanjut Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 35 Tahun 2023 tentang Pengembangan Desa Wisata.
Marnabas menegaskan target program: mengangkat Kampung Tenun dari desa berkembang menjadi desa wisata maju dengan daya saing nasional dan internasional. Fokus pengembangan mencakup penguatan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga digitalisasi promosi. UMKM lokal dibimbing agar produk ekonomi kreatif berbasis budaya dapat “naik kelas” dan memenuhi standar pasar modern.
Selain itu, integrasi antar-destinasi di Samarinda menjadi prioritas. Titik-titik ikonik seperti Teras Samarinda, Pasar Pagi, dan Kampung Tenun direncanakan dikemas secara terpadu, termasuk wisata susur Sungai Mahakam yang dipadukan dengan narasi budaya lokal. “Pariwisata harus menjadi mesin baru bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan konektivitas yang baik, wisatawan tidak hanya mampir sebentar, tapi bisa menikmati pengalaman yang utuh di Samarinda,” tegas Marnabas.
Melalui kolaborasi lintas instansi ini, Pemkot Samarinda berharap seluruh pihak bergerak selaras agar pengembangan pariwisata tidak hanya mempercantik kota, tetapi memberi dampak ekonomi langsung kepada masyarakat lokal. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara