JOMBANG – Akses warga di Dusun Pojok, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur yang sempat lumpuh akibat jalan ambles pascabanjir, mulai dipulihkan melalui pembangunan jembatan darurat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang bersama masyarakat setempat, Rabu (1/4/2026).
Upaya percepatan pemulihan ini menjadi solusi sementara setelah jalan sepanjang sekitar 15 meter di RT 06/RW 03 rusak parah diterjang banjir pada Senin (30/3/2026) malam, yang sempat menghambat aktivitas warga secara total. Pembangunan jembatan darurat diprioritaskan agar mobilitas warga dapat kembali berjalan meski belum sepenuhnya normal.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat dilakukan untuk mengurangi dampak keterisolasian wilayah. “Pembangunan ini agar masyarakat tetap bisa beraktivitas meski jalan utama mengalami kerusakan,” ucapnya.
Ia menjelaskan, pengerjaan dilakukan secara gotong royong antara BPBD dan warga. Pada tahap awal, konstruksi jembatan menggunakan rangka bambu serta tiang penyangga sebagai fondasi dasar, sebelum dilanjutkan dengan penguatan struktur agar aman dilalui.
“Besok akan kami tambahkan penguatan pada bagian atas, sehingga bisa digunakan dengan lebih aman oleh warga,” katanya.
Keterbatasan akses alternatif yang lebih jauh membuat percepatan pembangunan jalur darurat menjadi kebutuhan mendesak. Dalam proses ini, BPBD Jombang mengerahkan sekitar 13 personel untuk bekerja bersama masyarakat setempat.
Selain pemulihan akses, warga juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. “Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah. Saat hujan deras disertai angin kencang, segera cari tempat aman,” ungkapnya.
Di sisi lain, Pemerintah Desa (Pemdes) Klitih memastikan perbaikan permanen jalan akan segera diupayakan. Kepala Desa (Kades) Klitih, Siti Roaini, menyatakan pihaknya berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang agar proses perbaikan dapat dipercepat.
“Perbaikan permanen akan segera kami upayakan, dan kami berharap ada bantuan dari pemerintah kabupaten agar prosesnya bisa lebih cepat,” ujarnya.
Diketahui, banjir akibat luapan sungai yang terjadi pada Senin malam menyebabkan kerusakan infrastruktur di kawasan tersebut. Jalan lingkungan di Dusun Pojok ambles setelah tergerus arus deras, dan pertama kali diketahui warga pada Selasa (31/3/2026) pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Kejadian ini menegaskan kerentanan infrastruktur di bantaran sungai terhadap bencana hidrometeorologi. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara