PASANGKAYU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasangkayu menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 dengan format berbeda, memanfaatkan panorama Pantai Koa-Koa, Dusun Kayumaloa, Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Selasa (31/3/2026). Forum perencanaan pembangunan ini menekankan integrasi infrastruktur dasar, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta inovasi ekonomi yang berkelanjutan.
Kegiatan digelar di bawah tenda besar berwarna kuning di atas hamparan pasir, menciptakan suasana santai namun tetap resmi. Panggung sederhana di depan tenda menjadi pusat penyampaian sambutan, sementara jajaran pejabat dan peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat duduk teratur di deretan kursi hijau. Angin pantai dan deburan ombak menambah nuansa alami selama acara berlangsung.
Bupati Pasangkayu, Yaumil Ambo Djiwa, membuka kegiatan secara langsung. Turut hadir Asisten II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar), Rachmad, mewakili Gubernur Sulbar, bersama jajaran Forkopimda dan seluruh kepala OPD lingkup Pemkab Pasangkayu. Acara diawali tarian tradisional suku Bunggu oleh Sanggar Seni Vovasanggayu Production, dilanjutkan tarian Bali yang memperlihatkan keberagaman budaya Nusantara. Sejumlah pelaku UMKM membuka lapak, menawarkan produk lokal kepada peserta dan pengunjung.
Dalam sambutannya, Bupati Pasangkayu menyoroti dampak dinamika global terhadap perekonomian nasional yang memengaruhi daerah, termasuk efisiensi anggaran dan penurunan transfer ke daerah (TKD). Ia menekankan perlunya kemandirian pemerintah daerah.
Sebagai strategi pengembangan, Pemkab memprioritaskan Pasangkayu sebagai lumbung protein melalui pemanfaatan potensi perkebunan kelapa sawit. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Pasangkayu, Kartini, menjelaskan bahwa forum ini bertujuan menghasilkan perencanaan pembangunan partisipatif, transparan, dan tepat sasaran. Pemilihan lokasi di kawasan wisata juga dimaksudkan untuk memperkenalkan potensi pariwisata daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Pasangkayu tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan secara maksimal,” ujar Kartini. Ia menambahkan, fokus utama Musrenbang RKPD 2027 adalah mendorong Pasangkayu sebagai lumbung pangan melalui penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Rachmad menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Musrenbang yang inovatif dan berharap forum ini melahirkan program prioritas selaras antara Pemkab dan Pemprov, khususnya dalam pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan suasana pantai terbuka dan kebersamaan yang kuat, Musrenbang RKPD Pasangkayu 2027 diharapkan menghasilkan rencana pembangunan inklusif, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. []
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara