BATU – Banjir luapan yang dipicu hujan deras di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan mengganggu aktivitas warga, sehingga tim gabungan dikerahkan untuk melakukan pembersihan material lumpur di sejumlah titik terdampak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Suwoko menyatakan proses penanganan pascabanjir saat ini masih berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur.
“Saat ini sedang dilakukan proses pembersihan material banjir. Pembersihan dilakukan, baik secara manual maupun menggunakan alat berat,” kata Suwoko di Kota Batu, Senin malam.
Tim gabungan yang terlibat terdiri dari kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Perumahan Umum dan Penataan Ruang, perangkat kecamatan, perangkat desa, relawan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu, serta masyarakat setempat.
Peristiwa banjir terjadi sekitar pukul 18.00 WIB akibat hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan debit air Sungai Krecek meningkat dan meluap ke permukiman warga di Jalan Melati RT 3 RW 5 Dusun Kungkuk, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji.
Lonjakan debit air juga mengakibatkan rusaknya pembatas sungai di kawasan tersebut, sehingga memperparah dampak luapan air ke wilayah permukiman.
Selain Desa Punten, dampak banjir lumpur juga terjadi di Desa Tulungrejo, tepatnya di Jalan Raya Tulungrejo RT 1 RW 13 dan akses jalan menuju Dusun Wonorejo.
Material lumpur dengan ketebalan sekitar 50 sentimeter menutup badan jalan dan menyebabkan aktivitas warga terganggu, termasuk kerusakan pada lapisan aspal di lokasi terdampak.
Suwoko menjelaskan bahwa banjir lumpur dipicu oleh saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.
“Petugas melakukan pembersihan drainase,” ucap Suwoko .
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini berdampak pada sedikitnya lima rumah warga di dua dusun terdampak. Upaya penanganan terus dilakukan untuk memulihkan kondisi lingkungan dan akses masyarakat secepat mungkin. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara