ACEH UTARA – Puluhan pengungsi korban banjir masih bertahan di tenda darurat di tiga kecamatan, yakni Langkahan, Baktiya, dan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, karena hunian sementara (Huntara) belum siap sepenuhnya. Data terbaru mencatat 204 kepala keluarga (KK) berada di Desa Lhok Puuk, Seunuddon, 300 KK di Desa Leubok Pusaka, Langkahan, dan 19 KK di Baktiya.
Camat Langkahan, T Reza Ichwan, menjelaskan, “Pengerjaannya masih berlanjut. April ini mungkin akan rampung. Barulah bisa kita pindahkan pengungsi ke hunian sementara.” Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan Huntara agar penyintas banjir bisa menempati tempat tinggal lebih layak.
Namun, kondisi Huntara di lapangan masih jauh dari sempurna. M Tahir, pengungsi di Lhok Puuk, menyebut hunian sementara belum dilengkapi sarana air bersih, toilet, dan listrik. “Sehingga warga belum menempatinya,” ujarnya. Sementara di Baktiya, Ismail menyatakan, Huntara belum dipasang pintu, jendela, toilet, maupun instalasi listrik. “Sebelumnya tidak ada bahan material untuk hunian sementara. Sehingga pekerja pulang dulu. Kami berharap bisa segera pindah ke Huntara.”
Para pengungsi juga mempertanyakan data resmi Satuan Tugas (Satgas) Rekonstruksi dan Rehabilitasi Sumatera yang menyatakan tidak ada lagi pengungsi di tenda di Aceh Utara. “Kami ini apa bukan pengungsi, apa bukan di tenda,” tegas Ismail. Kondisi ini menyoroti kesenjangan antara data resmi dan kenyataan di lapangan, sekaligus menunjukkan perlunya percepatan penanganan pasca-bencana.[]
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara