PONOROGO – Ribuan warga Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, memadati halaman SD Negeri 1 Talun dan SMPN 3 Satu Atap pada Sabtu malam (28/03/2026) untuk menyaksikan pertunjukan Reog Ponorogo yang dikolaborasikan dengan edukasi mitigasi bencana. Pagelaran bertajuk “Orkestrasi Reog untuk Siaga Bencana: Harmoni Seni, Budaya, dan Survival” ini menggabungkan seni tradisional dan pesan kesiapsiagaan bencana secara kreatif, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menghadapi potensi longsor dan banjir bandang.
Dalam pementasan ini, Reog Obyok “Singo Kowor” tampil memukau dengan 10 Dadak Merak, sementara kostum para penari dimodifikasi termasuk penggunaan properti Kuda Jathilan sebagai simbol kendaraan evakuasi darurat. Pertunjukan terbagi dalam empat babak, menampilkan siklus kehidupan masyarakat di daerah rawan bencana, mulai dari aktivitas sehari-hari, ancaman bencana, upaya mitigasi, hingga fase pemulihan.
Selain hiburan, tarian dan iringan gamelan dipadukan dengan narasi edukatif untuk menyampaikan pesan penting. Masyarakat diajak memahami urgensi penghijauan lereng gunung, penerapan sistem peringatan dini berbasis komunitas, serta penguatan gotong royong dalam menghadapi bencana. Sejumlah warga yang pernah terdampak longsor bahkan ikut serta dalam simulasi simbolis bersama para seniman.
Usai pementasan, panitia memutar film dokumenter berjudul “Reog Tangguh Bencana” berdurasi 45 menit yang merekam proses persiapan kegiatan, mulai dari lokakarya hingga pementasan. Film ini akan disebarluaskan melalui media sosial dan diputar di sekolah sebagai materi edukasi siaga bencana. Ayub Dwi Anggoro, pelaksana kegiatan, menegaskan, “Reog bukan hanya hiburan semata, tetapi juga alat yang sangat powerful untuk menyampaikan pesan siaga bencana. Melalui seni, kesadaran masyarakat dapat dibangun tanpa terasa seperti ceramah, sehingga lebih mudah diterima dan diamalkan.”
Kegiatan ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngebel, serta Pemerintah Desa Talun. []
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara