JAKARTA – Pemerintah mengintensifkan penyaluran bantuan sosial (bansos) pada akhir Maret 2026 dengan fokus pada Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk memperkuat daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok, sebagaimana diwartakan Antara, Senin, (30/03/2026). Skema kali ini juga menambahkan bantuan pangan tambahan bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah.
Penyaluran bansos gelombang kedua dimulai serentak pada 30 Maret 2026, menyasar penerima reguler sekaligus menambah sekitar 3 juta KPM baru, terdiri dari 1 juta untuk PKH dan 2 juta untuk BPNT. Pemerintah mengacu pada sistem desil kesejahteraan masyarakat untuk memastikan bantuan tepat sasaran, khususnya bagi kategori desil 1 hingga desil 4.
Selain bantuan tunai atau saldo elektronik, pemerintah menyalurkan bantuan pangan hingga 20 kilogram bagi KPM yang memenuhi kriteria kerawanan pangan di wilayahnya. Penyaluran dilakukan melalui jalur perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di perkotaan dan PT Pos Indonesia bagi wilayah terpencil. Petugas pos bahkan mendatangi langsung rumah penerima yang sakit atau lansia untuk memastikan bantuan tersalurkan.
Nominal PKH berbeda tiap keluarga, tergantung komponen yang dimiliki. Bantuan mencakup lima komponen: kesehatan ibu hamil, anak usia dini, pendidikan dasar dan menengah, kesejahteraan lansia, serta penyandang disabilitas berat. “Satu keluarga bisa mendapatkan bantuan untuk beberapa komponen sekaligus, asalkan memenuhi syarat yang telah ditentukan,” jelas pemerintah. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas hidup dan sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Penerima disarankan melakukan pengecekan status kepesertaan secara berkala melalui laman resmi pemerintah untuk menghindari keterlambatan pencairan akibat perbedaan kesiapan bank penyalur atau kantor pos di masing-masing daerah. Masyarakat juga diingatkan waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan bansos. Dana bantuan diharapkan digunakan sesuai peruntukannya, seperti membeli bahan pangan bergizi atau kebutuhan sekolah anak.
Dengan penyaluran masif akhir Maret ini, pemerintah berharap bantuan sosial dapat menjadi jaring pengaman yang lebih merata dan menyentuh KPM yang benar-benar membutuhkan, sekaligus mendukung stabilitas ekonomi keluarga di seluruh Indonesia.[]
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara