MYANMAR – Lonjakan kunjungan peziarah pada musim festival Pagoda Shwesettaw di Minbu (Saku) mendorong peningkatan signifikan penjualan produk lokal, memberikan dampak ekonomi langsung bagi pedagang di kawasan wisata religi tersebut.
Aktivitas perdagangan terlihat ramai di sejumlah titik, seperti area sekitar Pagoda Shwesettaw, Pagoda Sakkeintae, dan Bukit Nagapwet, seiring meningkatnya arus wisatawan domestik yang datang selama periode festival. Momentum ini dimanfaatkan pedagang untuk menawarkan berbagai produk khas daerah kepada pengunjung.
Minbu (Saku) dikenal sebagai wilayah dengan sejumlah situs religi dan destinasi wisata yang menarik, serta kekayaan hasil lokal. Festival yang berlangsung dari hari kelima bulan waxing Tabodwe hingga Tahun Baru Myanmar ini menjadi magnet utama kedatangan wisatawan dari berbagai daerah.
Beragam produk yang dijual meliputi makanan ringan seperti kacang goreng dan papara, sayuran liar, umbi-umbian, bahan herbal, ubi jalar, kayu thanaka, peralatan rumah tangga tradisional Chin, kaus suvenir Shwesettaw, hingga gerabah dari Desa Ywathaya yang disiapkan untuk perayaan Thingyan.
Seorang pedagang lokal di kawasan Bukit Nagapwet menyebut tingginya jumlah pengunjung berdampak langsung terhadap peningkatan omzet penjualan. “Penjualan sangat tinggi berkat musim festival yang ramai,” ujarnya.
Kondisi ini menunjukkan keterkaitan erat antara kegiatan budaya dan keagamaan dengan pertumbuhan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha kecil yang bergantung pada momentum kunjungan wisata.
Ke depan, festival serupa dinilai berpotensi terus menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya dan produk lokal di Minbu (Saku). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara