GLOBAL – Tren perencanaan perjalanan mengalami pergeseran signifikan menjelang 2026, dengan meningkatnya penggunaan teknologi artificial intelligence (AI) di tengah lonjakan minat wisata global, baik internasional maupun domestik.
Berdasarkan hasil Travel Outlook Survey yang dirilis International Medical Group (IMG), lebih dari 1.000 responden menunjukkan antusiasme tinggi untuk bepergian. Sebanyak 93 persen responden berencana melakukan perjalanan internasional, sementara 38 persen di antaranya menargetkan tiga perjalanan atau lebih ke luar negeri.
Di sisi lain, perjalanan domestik tetap menjadi fondasi utama industri pariwisata. Sebanyak 88 persen responden merencanakan perjalanan di dalam negeri mereka, meningkat tiga persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, lebih dari separuh kelompok ini diperkirakan melakukan tiga perjalanan domestik atau lebih.
Perubahan mencolok terlihat pada pola perencanaan perjalanan. Penggunaan teknologi digital, khususnya artificial intelligence (AI), semakin meningkat. Sekitar 33 persen responden menyatakan akan memanfaatkan AI dalam merancang perjalanan mereka pada 2026. Mayoritas pengguna memanfaatkan AI untuk mendapatkan rekomendasi destinasi (75 persen), menyusun rencana perjalanan atau itinerary (70 persen), serta mencari inspirasi kreatif (69 persen).
Namun, kepercayaan terhadap AI belum sepenuhnya terbentuk dalam tahap transaksi. Hanya 13 persen responden yang bersedia menggunakan teknologi tersebut untuk proses pemesanan akhir, menunjukkan bahwa peran agen perjalanan dan platform konvensional masih tetap dominan.
Selain tren teknologi, preferensi destinasi juga mengalami pergeseran. Italia untuk pertama kalinya menempati posisi teratas sebagai tujuan wisata internasional, diikuti Kanada, Meksiko, Prancis, dan Spanyol. Wisata berbasis perkotaan masih mendominasi dengan 49 persen, disusul wisata pedesaan 39 persen dan wisata pantai 38 persen.
Sektor pelayaran juga menunjukkan kebangkitan. Sebanyak 30 persen responden berencana mengikuti perjalanan kapal pesiar, meningkat 11 persen dibandingkan sebelumnya. Selain itu, tren perjalanan keluarga lintas generasi semakin populer, dengan 33 persen keluarga memilih konsep perjalanan bersama berbagai kelompok usia.
Di tengah peningkatan aktivitas wisata, kekhawatiran terhadap risiko kesehatan dan gangguan perjalanan masih menjadi perhatian utama. Hal ini mendorong kebutuhan akan layanan asuransi perjalanan dan manajemen risiko yang tetap tinggi.
Chief Commercial Officer (CCO) International Medical Group (IMG) Justin Poehler menyatakan, “AI is increasingly viewed as a valuable asset during the discovery phase of a journey,” sebagaimana dilansir Travel And Tour World, Jumat (28/03/2026). Ia menambahkan bahwa kepercayaan terhadap teknologi tersebut masih terbatas pada tahap eksplorasi, sementara proses pemesanan tetap mengandalkan metode konvensional.
Ke depan, prospek industri penerbangan dan pariwisata global diperkirakan terus tumbuh. Proyeksi dari International Air Transport Association (IATA) menunjukkan bahwa lalu lintas penumpang udara berpotensi meningkat dua kali lipat pada 2050. Tren ini menegaskan bahwa keseimbangan antara inovasi teknologi dan sentuhan manusia akan menjadi faktor penentu dalam perkembangan industri pariwisata global. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara