JAKARTA – Minat masyarakat terhadap layanan bus wisata atap terbuka di Ibu Kota selama libur Lebaran 2026 meningkat, namun keterbatasan kuota dan faktor cuaca menjadi tantangan utama yang perlu diperhatikan calon penumpang.
Layanan bus wisata yang dioperasikan oleh PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) ini menawarkan pengalaman berkeliling kota menggunakan bus tingkat bertipe double decker dengan konsep atap semi-terbuka hingga terbuka penuh. Setiap rute menghadirkan daya tarik berbeda, mulai dari wisata sejarah hingga panorama gedung pencakar langit di malam hari.
Pemandu wisata Open Top Tour Jakarta, Abbas, mengingatkan pentingnya perencanaan matang sebelum menggunakan layanan ini. “Kamu harus war dulu karena lumayan susah dapat tiketnya,” kata Abbas, sebagaimana dilansir Kompas pada Jumat, (27/03/2026).
Ia menjelaskan, tiket sebaiknya dibeli satu hingga dua pekan sebelum keberangkatan mengingat setiap sesi hanya menyediakan kuota sekitar 50 orang, dengan tiga sesi perjalanan pada masing-masing rute.
Selain ketersediaan tiket, waktu keberangkatan juga menjadi faktor penentu kenyamanan perjalanan. Abbas menyarankan wisatawan memilih jadwal sore menjelang malam untuk mendapatkan pengalaman optimal. “Semua rute itu bagus, tapi ya the best itu pas sunset sekitar jam 5 sore atau setengah enam sore,” ujarnya.
Pada waktu tersebut, penumpang dapat menikmati pemandangan kota tanpa terpapar panas berlebih, sekaligus mendapatkan latar visual matahari terbenam yang menjadi daya tarik tersendiri.
Saat ini, TransJakarta menyediakan empat rute utama, yakni Jakarta Batavia, Jakarta Seaside, Jakarta Skyline Lebaran, dan Jakarta Heritage Lebaran. Namun, tidak seluruh rute tersedia sepanjang waktu karena sebagian bersifat musiman, terutama saat periode libur Lebaran.
Di sisi lain, faktor cuaca menjadi variabel yang tidak bisa diabaikan. Operasional bus wisata atap terbuka sangat bergantung pada kondisi cuaca, terutama hujan. Abbas menjelaskan bahwa keputusan keberangkatan tetap bergantung pada kesepakatan peserta tur.
“Sebenarnya Open Top Tour itu selama kamu sudah punya tiket, bus akan tetap dijalankan, terlepas cuacanya seperti apa, tapi keputusan ada di peserta,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penjadwalan ulang (reschedule) dimungkinkan dengan ketentuan tertentu, yakni maksimal H+8 dari jadwal keberangkatan awal.
Dengan berbagai ketentuan tersebut, wisatawan diimbau lebih cermat dalam merencanakan perjalanan, mulai dari pembelian tiket hingga pemilihan waktu, agar pengalaman menikmati wisata kota melalui bus atap terbuka tetap aman dan nyaman selama masa libur Lebaran. []
Redaksi02 Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara