WONOSOBO – The Moby Park, destinasi wisata glamping di Blembem, Wonosobo, kini bukan sekadar spot Instagramable. Di balik tenda-tenda mewah dan aroma teh hangat khas daerah, setiap wisatawan yang menginap dan bersantap secara langsung berkontribusi pada pembangunan lokal melalui Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Dengan tarif 10% untuk penginapan dan makanan-minuman, setiap transaksi turut membiayai perbaikan jalan, puskesmas, hingga subsidi pendidikan bagi warga setempat.
Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Wonosobo menuturkan, “Sistem ini membuat wisatawan sadar bahwa setiap rupiah yang mereka keluarkan bukan hanya untuk pengalaman liburan, tapi juga turut menumbuhkan daerah,” sebagaimana dilansir Kompasiana, Rabu, (26/03/2026). Kehadiran sistem SITAWON (Sistem Informasi Pendapatan Wonosobo) memastikan seluruh transaksi tercatat rapi, sehingga pajak tidak “menguap” dan pemkab mendapatkan haknya secara transparan.
Fenomena ini menandai pergeseran signifikan dari penginapan konvensional ke glamping yang bernuansa edukatif dan berorientasi ekonomi. The Moby Park menawarkan pengalaman glamping lengkap dengan cafe di tengah kebun teh, aktivitas edukasi, dan fasilitas hiburan untuk keluarga. Dengan harga tenda yang bisa mencapai jutaan rupiah per malam, kontribusi pajak dari wisatawan meningkat drastis dibanding penginapan tradisional.
Para pelaku usaha merasa aman karena pemkab menjamin transparansi pencatatan pajak, sementara pemerintah daerah dapat memanfaatkan pendapatan untuk pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat. Transformasi ini membuktikan bahwa tren gaya hidup modern dan wisata kekinian dapat bersinergi dengan pembangunan daerah, menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara