SEMARANG – Kecelakaan lalu lintas di jalur wisata Umbul Sidomukti, tepatnya di turunan Mrigen, Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kamis (26/3/2026), menyoroti kembali risiko tinggi medan curam bagi wisatawan, setelah sebuah sepeda motor mengalami rem blong dan terperosok ke kebun warga.
Insiden tersebut melibatkan sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi K 4734 PR yang dikendarai Widyanti (34), warga Pedurungan, Kota Semarang, bersama suaminya Roy (34) dan anak mereka yang berusia lima tahun. Peristiwa terjadi saat keluarga tersebut hendak kembali usai berwisata di kawasan pegunungan.
Berdasarkan informasi di lapangan, kecelakaan bermula ketika kendaraan melintasi turunan Mrigen yang dikenal curam dan berkelok. Sistem pengereman diduga mengalami penurunan fungsi akibat panas berlebih sehingga kendaraan tidak dapat dikendalikan.
“Saat di turunan, kami sudah merasa rem mulai tidak pakem, bahkan sekitar 50 meter sebelum lokasi sudah terasa blong. Padahal, sebelumnya sempat kami guyur air, tapi karena kondisi jalan ramai dan harus sering mengerem, akhirnya tidak berfungsi,” ungkap Roy, sebagaimana dilansir Tribunbanyumas, Jumat, (27/03/2026).
Akibat kejadian tersebut, Widyanti mengalami luka, sementara suami dan anaknya selamat. Warga sekitar yang mengetahui peristiwa itu sempat panik dan segera melaporkan kejadian ke Pos Pengamanan (Pospam) Bandungan.
Petugas Pospam bersama tim dari kawasan wisata kemudian melakukan evakuasi dan membawa korban ke Rumah Sakit (RS) Ken Saras untuk mendapatkan penanganan medis.
“Kami mengedepankan respons cepat dalam setiap laporan. Anggota segera menuju lokasi, melakukan evakuasi, dan memastikan korban mendapatkan penanganan medis secepatnya,” jelas Kepala Pos Pengamanan (Kapospam) Bandungan, Solekhan.
Roy juga menyampaikan apresiasi atas penanganan cepat petugas di lokasi. “Kami sangat berterima kasih kepada petugas Pospam, media dan warga sekitar yang cepat membantu. Penanganannya sangat cepat sehingga istri saya bisa segera dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.
Keterangan warga setempat menyebutkan bahwa turunan Mrigen merupakan salah satu titik rawan kecelakaan, terutama bagi pengendara yang tidak terbiasa dengan jalur pegunungan.
Petugas mengimbau wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur ekstrem, termasuk mengontrol penggunaan rem untuk menghindari panas berlebih yang dapat menyebabkan kegagalan fungsi pengereman.
Selain itu, pengendara disarankan memanfaatkan fasilitas air yang tersedia di sepanjang jalur untuk mendinginkan rem serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum berkendara di kawasan wisata pegunungan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan berkendara di jalur wisata tidak hanya bergantung pada kondisi jalan, tetapi juga kesiapan kendaraan dan kehati-hatian pengendara dalam menghadapi medan ekstrem. []
Redaksi02 Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara