BOGOR – Kepadatan arus lalu lintas di kawasan wisata Sungai Cikuluwung, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, selama libur Lebaran 2026 mendorong pemudik menunda kepulangan ke Jakarta dan memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) guna menghindari kemacetan parah.
Kemacetan terjadi pada Senin (23/3/2026) sejak pagi hingga siang di Jalan Gunung Menir yang memiliki kontur menanjak dan sempit. Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan mogok saat melintasi tanjakan, sehingga memperparah kondisi lalu lintas.
Dalam situasi tersebut, sejumlah pemudik memilih tidak memaksakan perjalanan kembali ke Jakarta. Mereka mengikuti imbauan pemerintah dengan menerapkan skema WFA, yakni bekerja dari lokasi wisata atau penginapan sementara.
Di tengah kemacetan, aktivitas wisata seperti river tubing di Sungai Cikuluwung tetap berlangsung dan menjadi alternatif hiburan bagi pengunjung yang tertahan di kawasan tersebut. Namun, keterbatasan jaringan komunikasi menjadi kendala tersendiri.
Sinyal telekomunikasi di area lembah maupun perbukitan sekitar lokasi wisata dilaporkan lemah. Proses pengiriman data, termasuk unggahan video berdurasi pendek, dapat memakan waktu hingga 45 menit.
Kondisi serupa juga dirasakan di penginapan sederhana di sekitar lokasi dengan tarif sekitar Rp300 ribu per malam. Keterbatasan jaringan membuat aktivitas kerja jarak jauh tidak berjalan optimal meski tetap dilakukan oleh para pemudik.
Pemerintah melalui Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan WFA guna mengurangi kepadatan arus balik, sebagaimana diberitakan Rakyat Merdeka, Rabu, (25/03/2026).
“Kami mengimbau masyarakat mengatur waktu perjalanan, menghindari puncak arus balik, dengan cara memaksimalkan WFA yang diberlakukan Pemerintah pada 25, 26 dan 27 Maret 2026,” ujarnya.
Pemerintah memprediksi puncak arus balik tidak hanya terjadi pada 24–25 Maret, tetapi berpotensi kembali meningkat pada 28–29 Maret 2026. Masyarakat juga diminta memantau informasi lalu lintas terkini melalui aplikasi Travoy atau layanan call center Jasa Marga sebelum melakukan perjalanan.
Dengan memanfaatkan fleksibilitas kerja, pemudik diharapkan dapat mengurangi tekanan pada jalur utama arus balik sekaligus menjaga keselamatan selama perjalanan. []
Redaksi02 Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara