BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan skema kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai respons rencana penerapan work from home (WFH) satu hari per pekan, yang dinilai berpotensi mendorong peningkatan kunjungan wisata ke Kota Bandung pascalibur Lebaran 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menyatakan bahwa implementasi kebijakan tersebut masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat. Meski demikian, Pemkot Bandung telah melakukan sejumlah langkah antisipatif agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.
“Kita masih menunggu juknis dari pusat. Karena ini baru disampaikan secara lisan,” ujar Iskandar di Mal Pelayanan Publik Kota Bandung, Rabu (25/03/2026), sebagaimana dilansir Prfmnews, Jumat (27/03/2026).
Menurutnya, salah satu skema yang tengah dipertimbangkan adalah penerapan WFH setiap hari Jumat. Pola ini dinilai mampu menciptakan peluang perjalanan lebih awal bagi masyarakat, sehingga berdampak pada peningkatan aktivitas pariwisata di akhir pekan.
“Kalau misalnya hari Jumat WFH, orang bisa datang lebih awal ke Bandung. Ini tentu berdampak positif,” jelasnya.
Selain menunggu kepastian regulasi, Pemkot Bandung juga menyiapkan penyesuaian sistem kerja agar tetap selaras dengan kebutuhan layanan publik. Pengaturan ini mencakup pembagian jadwal kerja serta mekanisme pengawasan kinerja ASN selama pelaksanaan WFH.
“Kita sudah persiapkan. Tinggal nanti kita sesuaikan dengan aturan dari pusat,” kata Iskandar.
Kebijakan WFH yang tengah diwacanakan pemerintah pusat tidak hanya diarahkan untuk efisiensi kerja, tetapi juga diharapkan memberi efek berganda terhadap sektor lain, termasuk pariwisata daerah. Dengan meningkatnya mobilitas wisatawan, Pemkot Bandung optimistis sektor ekonomi lokal akan ikut terdorong. []
Redaksi02 Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara