NAGAN, RAYA DESA – NUSANTARA: Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh memastikan penggunaan alokasi dana desa tahun anggaran 2026 sebesar Rp60,74 miliar lebih akan difokuskan untuk pemulihan ekonomi masyarakat, pascabencana alam banjir bandang yang terjadi pada November 2025 lalu.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah mempercepat pemulihan kondisi ekonomi warga desa yang terdampak bencana, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat gampong.
“Untuk tahun ini, penggunaan dana desa kita fokuskan pemulihan ekonomi masyarakat di desa, diantaranya seperti ketahanan pangan, energi, dan lembaga ekonomi desa lainnya,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMGP4) Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Said Mudhar, “Rabu”.
Selain untuk pemulihan ekonomi, penggunaan dana desa pada tahun ini juga diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas nasional yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Ia mengatakan penggunaan dana desa pada tahun ini juga mengacu pada program prioritas nasional sesuai dengan arahan pemerintah, diantaranya seperti penguatan desa berketahanan iklim dan tanggung bencana. Penanganan kemiskinan ekstrem melalui BLT desa.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan desa terhadap dampak perubahan iklim dan potensi bencana di masa mendatang.
Dengan penguatan sektor pangan, energi, serta lembaga ekonomi desa, pemerintah daerah menargetkan aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali pulih dan berkembang setelah terdampak bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir tahun lalu.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara