LOMBOK, DESA – NUSANTARA: Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) melalui Institute for Energy, Economics, and Finance (IEEF) menggulirkan program pengabdian masyarakat bertajuk penguatan literasi keuangan di Desa Mertak, Kabupaten Lombok Tengah, pada “9–11 Januari 2026”. Kegiatan tersebut menyasar peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat desa penyangga kawasan Mandalika yang kian berkembang sebagai destinasi strategis nasional.
Program bertajuk “Program Literasi Keuangan Terintegrasi untuk Peningkatan Kapasitas Ekonomi Desa” itu dirancang sebagai respons atas kebutuhan riil masyarakat. Proses identifikasi persoalan dilakukan melalui aplikasi Desanesha, platform milik Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat dan Kepakaran (DPMK) ITB, yang mempertemukan pemerintah desa dengan akademisi.
“Melalui aplikasi Desanesha, kami berdialog dengan pemerintah desa mengenai berbagai hambatan yang dirasakan di Desa Mertak. Platform ini menjadi sarana formal bagi kami untuk menindaklanjuti kebutuhan pemerintah desa dan masyarakat,” ujar Anisya Nurfitri Kustyani, Tim Riset SBM ITB dan IEEF.
Dari hasil komunikasi tersebut terungkap bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Desa Mertak masih tergolong rendah. Padahal, secara geografis dan ekonomi, desa ini memiliki posisi strategis sebagai penyangga kawasan pariwisata Mandalika yang terus bertumbuh.
Pertumbuhan sektor pariwisata dinilai belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan warga. Keterbatasan pemahaman pengelolaan keuangan, kapasitas manajerial usaha, serta kesiapan kelembagaan menjadi sejumlah kendala yang membatasi partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan peluang ekonomi regional.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim SBM ITB bersama IEEF menyusun program literasi keuangan yang terintegrasi dan kontekstual, disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik Desa Mertak. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman finansial warga, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi desa agar mampu berdaya saing di tengah dinamika pertumbuhan kawasan pariwisata.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara