TAPANULI SELATAN, DESA – NUSANTARA: Penyintas bencana tanah bergerak dari Desa Tandihat, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, mulai merasakan kondisi hunian yang lebih layak setelah menempati hunian sementara (huntara) di Kelurahan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan.
Huntara tersebut dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana bekerja sama dengan Danantara dengan kapasitas mencapai 200 unit tempat tinggal. Fasilitas ini disiapkan untuk menampung warga terdampak bencana tanah bergerak yang sebelumnya harus bertahan di lokasi pengungsian dengan keterbatasan sarana.
Seorang penghuni Huntara Simarpinggan, Arwin Dalimunthe, menyampaikan pengalamannya setelah menempati hunian tersebut. Hal itu ia sampaikan di Tapanuli Selatan pada “Kamis, 19 Februari 2026”.
Ia mengatakan bahwa setelah pemerintah menyelesaikan pembangunan Huntara Simarpinggan, ia bersama warga lainnya langsung menempati tempat tinggal sementara tersebut.
Menurutnya, keberadaan fasilitas yang memadai membuat warga merasa lebih aman dan nyaman dibandingkan saat masih berada di lokasi terdampak. Selain menyediakan tempat tinggal yang lebih tertata, area huntara juga dilengkapi sarana pendukung yang membantu aktivitas sehari-hari para penyintas.
Relokasi sementara ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana, sekaligus memberikan ruang adaptasi bagi warga sebelum penetapan hunian tetap. Pemerintah melalui BNPB memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa transisi.
Keberadaan huntara di Simarpinggan diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan sosial dan psikologis warga, sekaligus mengurangi risiko jika terjadi pergerakan tanah susulan di wilayah asal mereka.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara