Kopi Murni Ngembat Bertahan dari Kebun Sendiri

MOJOKERO, DESA – NUSANTARA: Potensi sektor perkebunan di Kabupaten Mojokerto kian menunjukkan geliat positif. Di tengah meningkatnya aktivitas pertanian kopi, Desa Ngembat, Kecamatan Gondang, muncul sebagai salah satu sentra produksi kopi lokal yang dikelola secara mandiri oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Adalah Pak Rusman, petani sekaligus pengolah kopi bubuk murni, yang konsisten mempertahankan usahanya selama satu dekade terakhir. Berbekal pengalaman lebih dari 10 tahun, ia tidak hanya menanam, tetapi juga mengolah biji kopi hasil panen dari lahannya sendiri menjadi produk siap konsumsi.

Di kebunnya, Pak Rusman membudidayakan dua varietas kopi yang dikenal memiliki karakter rasa dan aroma khas, yakni Excelsa dan Robusta. Kedua jenis tersebut tumbuh di kawasan pegunungan Mojokerto yang memiliki kondisi tanah dan iklim mendukung kualitas biji kopi.

Penggunaan bahan baku dari lahan pribadi menjadi keunggulan tersendiri dalam menjaga mutu produksi. Ia menegaskan komitmennya pada kualitas dan keaslian produk yang dihasilkan.

“Prinsip saya hanya satu, yaitu merasa jujur. Biji kopi yang kami pakai benar-benar asli dan murni, berasal dari kebun kami sendiri di Desa Ngembat, tidak dicampur dengan jagung atau bahan lainnya.” Kata pak rusman. “Ada dua jenis utama, yaitu Excelsa yang memiliki aroma khas dan Robusta yang memiliki rasa yang mantap.”imbuhnya.

Konsistensi dalam menjaga kualitas tersebut membuat usaha kopi bubuk murni ini tetap bertahan di tengah persaingan pasar. Selain menjawab kebutuhan pecinta kopi yang mencari cita rasa autentik, usaha ini juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal.

Perkembangan sektor perkebunan di Mojokerto pun dinilai memiliki ruang besar untuk terus tumbuh, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk kopi lokal yang transparan dari sisi asal-usul bahan baku dan proses pengolahan. Keberadaan pelaku UMKM seperti Pak Rusman menjadi bukti bahwa integrasi antara budidaya dan pengolahan dapat memberikan nilai tambah sekaligus menjaga identitas kopi daerah.

Redaksi01-Alfian

About redaksi01

Check Also

Panen Raya Sidrap, Produktivitas Jagung 9,6 Ton per Hektare

PDF đź“„SIDRAP, DESA – NUSANTARA: Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersama unsur Forkopimda melaksanakan panen …

Pembinaan Pemerintahan Desa 2026 Resmi Ditutup

PDF đź“„TAMBAKSARI, DESA – NUSANTARA: Rangkaian kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun 2026 …

Dorong T1P4K, Saresehan di Grenggeng Tegaskan Kemandirian Pangan Desa

PDF đź“„KEBUMEN, DESA – NUSANTARA: Momentum Saresehan dan Panen Raya Kader Penggerak Desa Indonesia yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *