MEDAN, DESA – NUSANTARA: Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan terobosan baru dalam mendorong kemajuan desa melalui skema kompetisi pembangunan. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution , menyatakan dukungannya agar setiap desa di wilayahnya menghadirkan inovasi yang kreatif, berdampak, dan berkelanjutan.
Gagasan tersebut disampaikan usai pengukuhan DPD dan DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Sumut serta optimalisasi program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) di Kantor Gubernur Sumut, Medan. Menurutnya, kompetisi antardesa akan menjadi instrumen untuk mempercepat lahirnya tata kelola pemerintahan desa yang lebih progresif.
“Kami akan buka kompetisinya tahun ini, setelah Lebaran,” ucap Bobby setelah pengukuhan DPD dan DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Sumut dan optimalisasi program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Sabtu.
Ia menambahkan, intervensi pembangunan desa melalui skema kompetisi tersebut direncanakan mulai diimplementasikan pada tahun 2027. Setiap desa nantinya akan disusun konsep pembangunan yang memiliki dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Sumatera Utara.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, jumlah desa dan kelurahan di Provinsi Sumatera Utara mencapai 6.113 unit. Dengan jumlah yang besar tersebut, bersaing menjadi strategi yang efektif untuk mendorong inovasi sekaligus meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan di tingkat desa.
“Desa dengan konsep pembangunan terbaik di Sumut akan diberikan bantuan dana dari pemerintah provinsi,” tutur Bobby.
Melalui skema ini, pemerintah provinsi berharap muncul praktik-praktik terbaik (best practice) pembangunan desa yang dapat direplikasi di wilayah lain. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah penguatan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan pemerintah desa dalam mendorong percepatan pembangunan berbasis potensi lokal.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara