LEBAK, DESA – NUSANTARA: Pemerintah Kabupaten Lebak menggelar workshop bertema Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun Anggaran 2025–2026 di Aula Multatuli Setda Lebak, Jalan Alun-alun Timur Nomor 8, Rangkasbitung, pada “Kamis, 12 Februari 2026”. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB itu menjadi forum konsolidasi sekaligus penguatan kapasitas pemangku kepentingan desa dalam mengelola anggaran secara transparan dan akuntabel.
Workshop tersebut dihadiri Instruktur Daerah Kabupaten Lebak, Kepala Bappeda, Kepala RKAD, Kepala Diskominfo, Kepala Bagian Pemerintahan, Kepala DPMD, para camat se-Kabupaten Lebak, unsur tenaga ahli dan pendamping desa, Ketua APDESI, Ketua Desa Bersatu, Ketua PAPEDESI, Ketua ABPEDNAS, Ketua Korpri, Ketua Paguyuban Sekretaris Desa, Ketua Kasi Pemerintahan Desa Kabupaten Lebak, Ketua Kasi Ekbang Desa, Ketua Kaur Keuangan Pemerintah Desa, serta Ketua Paguyuban Kaur Umum Pemerintah Desa.
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, dalam sambutannya menegaskan pentingnya workshop sebagai ruang evaluasi dan penguatan tata kelola desa.
“Acara workshop ini saya buka semoga membawa Desa lebih maju lagi. Workshop juga punya peran strategis dalam pembangunan pengawasan Desa jadi ruang kelolah yang baik. Ini akan terwujud Desa yang mandiri dan menjadi semangat demi kemajuan kesejahteraan Desa, “ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi XI DPD RI, Habib Ali Alwi, bersama pimpinan BPKP pusat dan daerah, memberikan penekanan mengenai pentingnya keberanian dan integritas dalam pengelolaan dana desa.
“Kalau ada tekanan dari Kades jangan takut dengan adanya pengurangan Dana Desa karena dengan pengurangan Dana maka kewajiban kita juga sedikit gunakan Dana yang ada dengan bijak kelola secara baik dan laporkan hasil kerja apa adanya, “ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPC ABPEDNAS Kabupaten Lebak, Nenden Yuliana Kania Sari, menilai workshop tersebut membawa dampak positif, khususnya dalam memperkuat fungsi pengawasan di tingkat desa.
” Workshop juga menjadi evaluasi sekaligus penguatan kapasitas bagi seluruh pemangku kepentingan tingkat Desa kegiatan ini saya rasa sangat penting untuk memastikan pengelolaan keuangan Desa agar pembangunan transparan, akuntabel serta dengan prinsip tata kelola yang baik, “tutupnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu menyatukan persepsi seluruh perangkat dan lembaga desa terkait tata kelola keuangan yang sesuai regulasi. Dengan pengawasan dan evaluasi berkelanjutan, pembangunan desa di Kabupaten Lebak ditargetkan semakin efektif, tepat sasaran, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara