DELI, SERDANG DESA – NUSANTARA: Menjelang berakhirnya masa jabatan, Kepala Desa Durian, Supiadi, SE, memilih menutup pengabdiannya dengan kegiatan yang sarat makna kebersamaan. Di hari terakhir menjabat, ia mengajak perangkat desa dan masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan melalui gotong royong bersama warga.
Kegiatan tersebut berlangsung di Dusun II, Desa Durian, Kecamatan Pantai Labu, pada “Jumat, 13 Februari 2026”. Warga bersama aparatur desa membersihkan masjid dan area pemakaman muslim setempat sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadan.
Ajakan tersebut disampaikan Supiadi di sela-sela kegiatan. Ia menegaskan bahwa berakhirnya masa jabatan tidak boleh menghentikan tradisi kebersamaan yang selama ini terbangun.
“Hari ini masa tugas saya sebagai kepala desa berakhir setelah enam tahun menjabat. Namun bukan berarti kegiatan gotong royong atau bersih-bersih lingkungan akan vakum di desa ini,” kata Supiadi.
Menurutnya, gotong royong bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari budaya yang harus terus dipelihara oleh seluruh elemen masyarakat. Ia berharap nilai kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat partisipasi warga tetap menjadi fondasi pembangunan desa ke depan.
Selama enam tahun kepemimpinannya, sejumlah program berbasis partisipasi masyarakat digalakkan untuk memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan kualitas lingkungan. Penutup masa jabatan melalui aksi bersih-bersih ini menjadi simbol komitmen bahwa pembangunan desa tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga penguatan nilai kebersamaan.
Momentum tersebut sekaligus menjadi refleksi akhir pengabdian Supiadi sebagai kepala desa, dengan pesan utama agar masyarakat terus menjaga tradisi gotong royong sebagai identitas dan kekuatan Desa Durian.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara