KONAWE, DESA – NUSANTARA: Komitmen membangun daerah berbasis sentralisasi komoditas mulai direalisasikan di sektor pertanian Kabupaten Konawe. Bupati Yusran Akbar mendorong setiap wilayah memiliki komoditas unggulan dengan pendekatan tematik, seperti kampung durian, kampung kelengkeng, hingga kampung semangka yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Langkah terbaru ditampilkan melalui penyaluran 500 bibit alpukat kepada masyarakat Desa Watarema . Penyerahan bantuan dilakukan di balai desa setempat, Kecamatan Lambuya , pada “Kamis, 12 Februari 2026”.
Program ini menjadi bagian dari intervensi langsung pemerintah daerah dalam memperkuat basis ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan hortikultura. Alpukat dipilih sebagai salah satu komoditas prospektif yang dinilai memiliki nilai jual tinggi dan peluang pasar yang menjanjikan.
Dalam beberapa kesempatan, Bupati Yusran menekankan pentingnya pemerataan potensi ekonomi berbasis wilayah. Konsep sentralisasi komoditas diharapkan mampu membentuk identitas produksi tiap kecamatan sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Masyarakat Desa Watarema menyambut positif bantuan tersebut. Penyaluran bibit dinilai bukan sekedar program seremonial, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan pendapatan petani melalui hasil kebun produktif.
Pemerintah Kabupaten Konawe menargetkan pola pengembangan berbasis tematik ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi desa, menciptakan sentra produksi baru, serta memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Dengan langkah bertahap, strategi ini diharapkan membangun fondasi pertanian yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara